June 09, 2014

My Recently Playlist

Saya sedang gandrung gilak dengan French Pop. Di list mp3 player saya, yang hanya bisa menampung berapa puluh lagu, terdesaki dengan musik dari Breakbot, Tahiti80, dan Phoenix. Tiga band dengan vokalis-vokalis mas nggemesin (they really are my type) berasal dari, tentu saja, Prancis.

Oke, Breakbot menghibur saya dengan musiknya yang manis. Mas Gondrong dan brewokan namun suka dandan ala dedek sekolah seni ini seakan selalu menghampiri saya dan mengajak dansa bego. Ya ! Begitu kata seorang teman mengomentari saya yang secara automatis melakukan gerakan –yang saya ingin maksudkan adalah berdisko, tapi lebih mirip dansa bego begitu musik dari Breakbot mengalun.



cover album "By Your Side"


Sebagai seorang melodramatis romantis yang selalu ingin punya kehidupan cinta yang manis, lagu One Out of Two dari Breakbot menjadi masterpiece bagi saya di albumnya By Your Side (2012). lagu ini menjadi soundtrack perjalanan saya ketika di KRL, bus kota, atau kantor ketika deadline. Oh, juga saat melamun di kamar sambil berkhayal soal pacar. Lalu senyum-senyum kayak minta ditawar.

One Out of Two memiliki lirik sederhana dengan musik yang juga mudah dinikmati. Ketika mendengarnya, saya seperti menonton film drama sambil pegangan tangan sama pacar. Begitu mudah dinikmati dan jadinya begitu indah dunia ini. Tapi musiknya, tak picisan. Pun bisa difungsikan sebagai moodbooster.

Musik Breakbot memang agaknya sudah jamak saya dengar potongan-potongannya di beberapa produk media, yang saya lupa dimana saja. Ketika mendengarkan untuk pertama kali, musiknya langsung terasa tidak asing. Seperti ketemu orang di suatu tempat, lalu berpikir, “kayaknya pernah lihat, tapi dimana ya?”. Tapi saya jujur tidak kecewa. Saya telat lebih dari setahun berkenalan dengan Breakbot dari saat dia mengeluarkan albumnya “By Your Side”. Tapi toh musiknya tetap nempel di telinga saya walau sudah lebih dari 5 bulan lamanya.

Nah, dengan Tahiti80, saya lebih telat lagi kenalannya. Diawali dengan salah satu single-nya, 1000 times, Tahiti80 sukses merebut hati saya hingga kini juga jadi konsumsi musik harian. Jika Breakbot manis, maka saya katakan Tahiti80 musiknya lebih cheesy. Dengan racikan nada yang lebih maskulin namun masih youth, Tahiti80 juga membawakan lagu dengan lirik yang masih manusiawi. Artinya, mudah dipahami.


salah satu artworknya Tahiti80


1000 times misalnya, bisa dengan mudah saya tangkap maksud liriknya. Tidak perlu googling dengan embel-embel keyword “songs meaning” untuk mengikuti lagunya. Nah, menariknya lagi, mungkin karena saya sempat menjadi pecinta musik easy listening yang notabene kebanyakan musik mainstream, Tahiti80 juga mudah masuk di hati. Apakah Tahiti80 lalu masuk musik mainstream. Tidak juga sebenarnya. Hanya saja, racikannya terlalu easy listening.

Tak hanya di alunan musik, liriknya pun nggak bikin mikir. Enak sekali untuk sekadar menikmati minum teh sore bareng kawan-kawan. Ada beberapa lagu yang sangat masyuk juga di telinga saya, yakni Something About You Girl, Easy, HeartBeat, dan 1000 times. Hampir semua lagu yang saya dengarkan dari Tahiti80 tidak komplainabel. Semuanya nge-beat, semuanya mudah dipahami, dan tetep bisa buat dansa bego. Ndengerin musik Tahiti80 seperti ngejalanin hidup ini, ceria, berwarna, dan semua seperti mengalir biasa-biasa saja.

Paling rumit adalah Phoenix. Musiknya sangat oke. Sangat dansa bego enggak. Kalau buat saya lebih cocok untuk angguk-angguk, geleng-geleng. The real mood booster !

Lagu pertama yang bikin saya cinta mati sama Band yang vokalisnya REALLY IS MY TYPE ! (Kurang kacamata aja, yakni mas Thomas Mars) adalah Trying To Be Cool. Album pertama yang saya dengarkan bertajuk Bankrupt ! ( 2013), yang ternyata adalah album paling gress dari Phoenix.

Sedikit curhat, lirik lagu-lagu Phoenix adalah pekerjaan rumah baru bagi saya. Menstimulasi saya untuk segera membeli modem baru, karena istilahnya sangat sulit dipahami. Apalagi untuk saya yang nilai TOEFL-nya tak cukup untuk beli nasi pecel. Saya mau tak mau harus sering pakai keyword “songs meaning” untuk memahami lagu-lagu Phoenix. Wajar saja sih, band yang katanya dari awal rekaman ini sudah pakai bahasa inggris, sudah memulai karirnya di dapur rekaman sejak mereka berumur 16 tahun. Sudah banyak makan asam garam.

Tapi, overall, tidak ada yang saya tidak sukai dari musik-musik Phoenix.

Kebetulan lagi, ada juga salah satu lagunya yang sekarang sedang sedikit banyak, atau banyak sedikit sedang saya klaim sebagai soundtrack kehidupan percintaan saya. (yah, kembali saya ingatkan dambaan saya adlah hubungan percintaan yang manis, maka wajar jika suka saya kasih soundtrack sendiri). Judulnya Girlfriend. Berikut adalah liriknya:

Tired out, not a miracle in days
Deciders for the lonely whispering tears
You try out for nothing then you drop dead
Not a miracle in years
Leisure for the lonely
Whispering unnecessary unless you're in

Die and succeed
I say it out loud but you just don't care
Farewell, til you know me well
Farewell, til you know me well
Girlfriend

We are far from home, I am with you now
I'm am longing you, I am longing us two
Who bought a miracle sells these fortune tears
December's death or glory how you want it?
No, not a miracle in years
Deciders for the lonely
Wishing death wishes death unless

Die and succeed
I say it out loud but you just don't care
Farewell, til you know me well
Farewell, til you know me well



Girlfriend

Die and succeed
I say it out loud but you just don't care
Girlfriend


p.s. Kalau bingung maksud lagunya, bisa search dengan keyword “songs meaning” seperti yang sering saya lakukan akhir-akhir ini. Hhe mz mb.

ini personil-personilnya Phoenix. Dalam keadaan deadline kantor, saya sulit menemukan gambar yang cocok untuk tulisan ini. terima saja lah ya apa adanya.



Silakan mbak mas, kalau sedang pengen hidupnya berwarna, bisa cuba didengarkan. Kerana itu tak menyita tenaga pun pikiran. Cume bikin snewen kalau earphone rusak. Karena sedih mau dengerin terus tapi tak ade lagi alat bantu dengarnya. *sigh. 

Oke bai.

No comments :

Post a Comment

Followers