June 09, 2014

Hidup yang Apa Sih

Apa sih. Frase ini akhir-akhir ini kerap muncul dari mulut saya. Atau sekadar di otak saya. Beberapa hal yang jadi stimulannya lebih pada banyak hal sepele. Dengerin temen curhat, lihat komen di linimasa, lihat karya orang yang apa sih banget (oke ini tidak deskriptif), atau mendengar suara hati sendiri. Lalu, "apa sih" kemudian melontar di hati.

Bagi saya frase ini jadi seperti mewakili pikiran saya yang menganggap suatu hal begitu "apa sih". Dont think about it ciyusly,dude. Mungkin itu sinonimnya. Karena banyak hal lain yang mungkin lebih layak untuk memperoleh porsi lebih banyak di otak.

Mungkin soal pekerjaan yang tak kunjung beres, obsesi yang tak kunjung terealisasi, tujuan hidup yang tak segera terangkai bahkan tersketsakan, capaian - capaian yang bahkan jauh panggang dari apinya, yah... Hal yang seriously serious.

Rasanya ketika saya masih di level hidup apa sih ini saya merasa semakin ketinggalan. Enggak berkembang.

Apa sih.

Nah, mungkin nih, mungkin... Kalau kamu mulai sering mengeluarkan apa sih di mulut, hati, dan otakmu, mungkin hidupmu lagi apa sih, gitu.


No comments :

Post a Comment

Followers