April 18, 2013

Rumah Pink sayang Venus

suatu hari yang cerah saya masih terlelap. waktu itu kalau tidak salah sekitar pukul 11 siang. kamar saya gelap karena lampu dimatikan. suara ketukan itu makin jelas. "Mbak adis! Mbak Adis!" setengah sadar saya dengar suara memanggil saya dengan nada cemas dari balik pintu kamar. saya terbangun, terkaget, dan panik. langsung saya bangun dan buru-buru membuka pintu kamar. saya kembali kaget saat salah seorang teman serumah mengatakan sesuatu yang bagi saya terdengar tidak begitu jelas. "Mbak Adis Mbak adis venus mati...venus...."katanya sedih, dan nampak berintonasi kacau kala itu. saya semakin kaget. dia nampak begitu terguncang. saya memeluknya langsung seketika itu. saya usap kepalanya. saya berharap itu akan membantunya menenangkan diri sejenak.

venus datang sebagai anggota keluarga baru kami di rumah pink 42 pada sebuah hari yang cerah di pertengahan tahun lalu. begitu kami menyebut rumah itu. rumah yang penuh keramahan dan kehangatan. rumah yang sesungguhnya bagi saya. dan saya maih begitu kehilangan rumah itu hingga saat ini. sebulan lalu saya telah meninggalkannya. kembali lagi pada venus, dia datang bersama seorang perempuan keturunan Jerman- Bali yang kemudian akrab kami sapa dengan nama Ley. kata Ley, dia adalah mama venus.

Venus adalah seekor kucing kampung biasa. umurnya saat datang ke rumah kami sekitar 2 tahun. tetapi venus tak pernah punya keturunan. dia sudah dikebiri sebelum siap kawin. dia cantik dan anggun. ditambah sedikit pemalu dengan orang baru. bukan tipe kucing manja yang senang dipegang. dia sedikit angkuh untuk nampak layaknya kucing lainnya. venus lebih senang mengurung diri di kamar pada hari-hari awal dia pindahan. jadi kami sebagai anggota rumah yang lama yang harus main ke kamarnya untuk berkenalan.

kami dan venus pun lambat laun berteman. saya ingat saat dia jadi semakin bossy gara-gara disayang semua orang. tiap malam habis jalan-jalan dia akan pulang. tinggal meong-meong di depan pintu depan maka saya dan kawan-kawan lain yang akan membukakannya pintu. pernah suatu kali venus tak pulang suatu malam. kami serumah justru bertanya-tanya tumben si nyonya tak minta dibukakan pintu. venus semakin sering pergi ketika 2 anggota rumah baru datang. si kucing pungut lucu bernama optimus pilo dan si kucing bandel bernama jono. sayang sekali pilo dan jono berteman dekat. venus si kucing anggun enggan untuk berkenalan dan bermain bersama mereka.

venus jadi makin sering main. venus pulang hanya untuk minta makan. kadang tiduran ketika jono dan pilo sedang tidur di sudut rumah yang lain. mungkin dia berpikir mumpung lagi sepi gak diganggu sama anak-anak bandel.



pagi itu venus juga tak pulang. anggota rumah pink 42 mulai berpikir venus keterlaluan. makin sering dugem semalaman. namun kenyataan mengatakan hal lain. Ley masih terguncang. sembari menahan air matanya dia menjelaskan pada saya apa yang dia lihat di pinggir jalan yang letaknya tak jauh dari rumah. kami, saya dan ley bergegas kesana. membawa sebuah handuk bekas tak terpakai.


saya melihatnya. dia adalah venus. kalung terbuat dari kulit melingkar di lehernya adalah bukti. venus mati. dia terlindas kendaraan lewat. venus sudah kaku. kepalanya terlumuri darah yang sebagian sudah mengering. saya tahu Ley tak akan kuat lebih lama memandangnya. saya lingkarkan handuk bekas yang tadi dibawa untuk mengangkat venus. kami menggotongnya pulang. Ley mulai menggali lubang untuk menguburkan venus. kami diam sambil menggali. sesekali Ley berbicara tentang venus. dia marah-marah. dia marah-marah sama venus yang suka main malam-malam. dia marah-marah.

venus pun akhirnya dikuburkan. Ley meletakkan stok frieskies basah terakhir untuk venus. intan, seorang anggota rumah pink juga memberikan sebatang bunga mawar.


kami sedih. awan menjadi lebih mendung waktu itu.


di sore harinya kami mendengarkan lagu jane birkin - yesterday yes a day sembari menikmati sore.





P.S.
untuk Venus yang dicintai semua anggota rumahpink42
malam ini saya sangat merindukan keangkuhanmu yang suka merepotkan orang rumah di malam hari.


RIP


No comments :

Post a Comment

Followers