April 04, 2013

Jakarta #3 Love is Unconditionally

Ani masih sibuk dengan ponsel blackberrynya. layaknya anak muda lain, Ani sangat menggandrungi salah satu terobosan canggih alat telekomunikasi abad ini. bagaimana tidak. ponsel Blackberry (BB ) ini telah berhasil mengkonvergensikan berbagai bentuk teknologi komunikasi sebelumnya. baik SMS, telepon, bahkan koneksi internet. plus, aplikasi chat eksklusif yang tersohor dengan nama blackberry messanger atau ngetren dengan sebutan bbm.

namun kali ini Ani tidak sedang asyik mahsyuk dengan bbm. dia sedang asyik melihat timeline di salah satu akun sosial medianya, twitter. tak lama, di ruang kamar kos yang sedang berisikan tiga perempuan itu, Ani, Rubiah, dan Ngatiyem nyeletuk, " Nih beb, denger ya!" katanya membacakan salah satu tweet yang dia temukan di timeline, "Love is unconditionally, relationship is....".

kedua perempuan lain pun sedikit terbahak dan mulai berpikir tentang kondisi dan un-kondisi masing-masing.

****

sedikit berpikir, ada yang mengganjal dengan statement 'love is unconditionally'. sebenarnya bisa dikata ini statement sederhana. hingga kemudian sangat mudah mengkaitkannya dengan berbagai peristiwa keseharian. bagaimana kita langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dengan kucing tetangga, atau ketika kita menemukan gado-gado murah dengan rasa mewah. lalu terjadilah jatuh cinta. love is unconditionally.

tetapi sebagai manusia yang senang berdialektika (baca:selo), kadang hal yang lebih tak masuk akal pun bisa membuktikan bahwa love is unconditionally. misalnya, ketika cinta itu tumbuh dan menjadi hubungan yang terlarang. bukan. bukan mengenai hubungan pengedar narkoba dengan para nasabahnya. lebih serius sedikit, mengenai rasa cinta yang tumbuh sendiri dengan si A walau kita sudah punya komitmen cinta dengan si B. karena cinta itu bisa muncul kapan saja dimana saja.

cinta kadang bisa tumbuh dan hanya tumbuh tanpa pernah menyambungkannya dengan apa yang dicinta. lebih banyak yang demikian. atau bisa juga, walau sudah saling cinta namun tak pernah meng-on kan saluran diantara mereka. kalau jatuh cinta sama kucing tetangga sih lebih mungkin terjadi pada kasus pertama. kecuali Anda punya stok whiskas yang banyak. seperti ungkapan, cinta itu dimulai dari perut, naik ke hati, lalu ke mulut. lalu dilafazhkan deh. meong!

perihal mencinta dan dicinta sebenarnya sudah pembicaraan basi. namun, hal itu adalah kebutuhan. tidak ada orang yang tak mau dicintai. tak pula ada orang yang tak mencintai siapapun. maka, John Lenon selalu berkampanye untuk saling mencintai. untuk life in peace. untuk kebahagiaan seluruh dunia. bahwa kemudian muncul pucuk dicinta (ulam tak tiba-tiba) itu adalah hal lumrah. sangat manusiawi. yang menjadi persoalan adalah jika the unconditional thing grows wildly. semua yang berlebihan kan tidak baik. termasuk cinta-cinta yang tumbuh di hati para manusia yang haus dicinta.

perlu ada batasan, bahkan prinsip yang kuat untuk memilih dalam kondisi yang tidak memungkinkan. atau bahkan di kondisi yang memungkinkan. tapi hanya diri personal yang mampu membangunnya sendiri.

mungkin sebab itulah relationship dibutuhkan. untuk membuat kita tahu cinta yang mana dan seperti apa yang harus kita berikan dan terima dari pihak lainnya. namun, sepanjang pembahasan ini, tetap semua kembali ke setiap diri masing-masing. toh, ini sangat menyangkut pilihan pribadi masing-masing.

hal ini pula yang kini tengah memenuhi benak ketiga perempuan dalam kamar kos berwarna krem itu. Ani yang sibuk dengan tarik ulur hubungan percintaannya dengan sang mantan, Rubiah yang sedang kebingungan karena suka dengan pacar orang, dan Ngatiyem yang terbengong membaca pesan pendek dari pacarnya. kata pacarnya, "Kangen". sementara dia sedang merindukan lelaki lainnya, yang duduk di seberang meja kerjanya di kantor.



No comments :

Post a Comment

Followers