December 26, 2011

Person of The Year 2011 versi Adis

tulisan ini semoga bisa jadi tulisan yang inspiratif bagi semua orang yang membacanya.walau saya menulisnya buru-buru dan belum mandi, tapi ini dari dalam lubuk hati yang paling dalam.

jadi, siapa ya Person of the Year saya tahun ini...

saya benar-benar bingung. banyak sekali kandidatnya, mulai dari anggota keluarga, pacar, sahabat, peliharaan hingga dosen skripsi... kebingungan ini membuat saya sadar bahwa kadang dalam acara penganugrahan di televisi juri kadang bilang"sebenernya semuanya bagus, tapi kita tetep harus bisa menentukan yang paling bagus". begitu.

so, setelah menimbang, menimbang, dan menimbang, saya pun tetap belum menemukan person yang paling tepat. saya mulai menyusun kembali kriteria yang paling pas untuk person of the year saya. pertama, permasalahan paling utama saya tahun ini sebenernya adalah skripsi. jadi saya menentukan bahwa dia harus memiliki efek terhadap kemajuan atau bahkan kemunduran skripsi. orang tersebut harus berperan terhadap skripsi yang saya kerjakan.


kedua, dia harus orang yang mengambil andil dalam usaha saya untuk berubah menjadi orang yang tidak malas. jadi, keberadaannya membuat saya lebih antusias bertemu pagi bukan sore hari.



ketiga, dia haruslah orang yang membuat saya bisa mencapai target-target saya di tahun 2011 ini. tapi, mungkin ini yang paling sulit. karena saya sendiri sebenernya tidak terlalu berhasil mencapai cita-cita dan harapan saya di tahun 2011 yang gemilang ini.


dan mungkin terakhir, dia adalah orang yang dekat dengan saya hampir setiap saat. dia mencoba memahami saya walau kadang itu sulit. dia tetap berada di sisi saya dan mencoba menyayangi saya dengan keadaan yang sulit.


poin terakhir mungkin terlalu abstrak, tapi justru sebenernya hal itu yang membuat saya berubah dan saat itu pula saya merasa disayangi dengan tulus dan dihargai. langsung saja, setelah saya menimbang beberapa kandidat terkuat, saya memilih PAPA untuk menjadi Person of the Year saya tahun 2011.


sedikit informasi, papa sebenernya telah banyak "merusak" kehidupan kuliah saya 4 tahun ini. bahkan dia sangat weird ketika ngobrolin pendadaran atau skripsi. soalnya dia cuma lulusan SMA. dia semakin jarang di rumah. dia hidup di bangunan lain yang masih di dalam satu kota dengan saya.
papa kadang begitu antusias ngajak ngobrol skripsi karena dia hanya tau topik pembicaraan itu yang paling dekat dengan saya. mungkin itu seakan akan bilang kalo beliau gak pernah benar-benar memerhatikan saya sehingga tidak banyak hal yang dia tahu mengenai saya.

tapi, semua itu berasalan. konflik di rumah membuat kami dengan papa harus hidup terpisah. dan kenyataannya, hal yang membuat saya bahagia adalah karena saya masih bisa merasakan bahwa Beliau menyayangi saya maupun saudara saya lainnya. bagi saya, kehangatan di dalam keluarga sudah sangat awam saya rasakan. dan papa yang baik tahun ini membuat saya menyadari bahwa saya masih memiliki keluarga. mereka baik. mereka membutuhkan saya dan sebaliknya.

maaf ya tulisannya jadi galau



mungkin papa tidak melakukan banyak untuk hidup saya secara langsung. tapi kedatangannya dan perubahan sikap menjadi lebih baik membuat saya merasa bersyukur dan lebih menikmati setiap hari saya di tahun ini. dan yang pasti saya lebih mencintai keluarga saya.

lalu bagaimana dengan skripsi? paling tidak saya jadi semakin terdorong buat cepet ngelarin. kalo uda kelar ntar saya bisa kasih kado buat papa. kado sarjana pertama lewat PTN negeri yang yahud. klise, tapi saya juga berpikir, dengan cepet lulus, saya cepet wisuda, dan saat itu papa jadi punya kesempatan lagi buat ngumpul bareng keluarga. okey pa? tahun 2012 sebelum kiamat papa akan liat putrinya sarjana. it's a promise.


Followers