March 21, 2011

RUKUNKELUARGA, Mengapa

ini saat yang tepat. saya akan bercerita tentang pemilihan nama blog ini. "RUKUNKELUARGA". nama ini tidak memakai bahasa inggris. tidak lucu, tidak menarik, dan weirdddddddd. ganjil mungkin merupakan istilah yang tepat. saya tidak suka normal dan suka dengan yang ganjil. yang tidak biasa tapi bukan yang luar biasa. kelihatan kan dari gaya bahasa yang saya gunakan? begitu juga dalam memilih judul dalam blog ini.


rukunkeluarga bukan kepanjangan dari RW, sebab kalau disingkat jadinya RK. RukunKeluarga. bukan RukunWarga. disini saya bermaksud untuk menfokuskan pada rukun di dalam keluarga bukan rukun antarwarga. rukun dalam keluarga itu menurut saya sesuatu yang sulit. keluarga bagi saya adalah hal yang ingin saya bentuk menjadi paling sempurna dalam sepanjang hidup saya. maka, saya menganggap bahwa rukun dalam keluarga itu penting. rukun menurut kamus bahasa Indonesia diartikan sebagai "baik dan damai; tidak bertengkar". simpel, tapi mungkin ini definisi yang paling ingin saya gunakan. rukun itu seperti lagunya John Lenon yang "Imagine". ingat liriknya, "imagine all the people.... living in the world in peace...."


untuk kali ini saya jadi pengikut John Lenon saja. saya mau jadi orang optimis. saya mungkin memang pemimpi, tapi saya percaya dan berani untuk bermimpi suatu hari akan ada hari dimana keluarga saya bisa rukun.



rukun itu menimbulkan banyak implikasi dalam hidup. rukun membuat saya damai dan nyaman. kalau kata guru PPKn SD ya serasi, selaras dan seimbang. bukan tentang menjadi yang luar biasa, tapi bukan jadi yang biasa juga. jadi yang ganjil. unik. rukun itu unik. sebab rukun itu tidak akan lengkap tanpa nyaman. tapi mau tidak mau, rukun itu mungkin tak akan pernah selaras dengan nyaman. rukun itu lalu dilihat sebagai tekanan untuk mencapai keselarasan. yang bisa saja harus dengan mengorbankan kepentingan orang-orang lain yang bersangkutan.



rukun itu menciptakan keidealan tapi tidak akan berbicara tentang keadilan. rukun hanyalah jalan untuk mencapai keadilan. perlu bumbu lain untuk bisa secara total mencapainya. keterbukaan, penerimaan, kesabaran, bahkan pengorbanan.



rukun itu diartikan sederhana. tapi sangat sulit untuk diimplementasikan. bahkan dalam sebuah keluarga yang nampak begitu hangat. keluarga yang sempurna dengan ayah dan ibu yang bertanggung jawab dan anak-anak yang baik dan bisa diandalkan.


sulit kah? saya mempersulitnya? maaf tapi memang tidak ada yang stabil. tidak ada yang stagnan dan konsisten. setiap hal memiliki makna berbeda jika disandingkan dengan sudut pandang yang berbeda. saya hanya menerka. mencoba berkontemplasi mengenai suatu ideal yang ternyata tidaklah begitu sempurna. justru begitu rapuh.



rukunkeluarga pun demikian. walau istilah ini begitu ganjil, bahkan sangat rapuh, tapi justru sulit diciptakan. sulit sekali.



tetapi saya bersyukur dalam kerapuhan dan ketidaksempurnaan keluarga, saya menemukan kerukunan yang lembut dalam keluarga saya. kehangatan dan kenyamanan.

mungkin tidak perlu teh untuk berbicara, kita hanya perlu mengerti bahwa rukun harus diterapkan. dengan berbagai kondisi yang ada. ya... saya tahu, walaupun saya mengkritik istilah ini tapi bagi saya istilah ini sangat sempurna di mata saya. "RUKUNKELUARGA".


teruntuk keluarga saya, mama, mas edo, puput dan son. oia, juga grandma yang lucu beserta pasukan kucingnya :)

terima kasih telah memberi saya obsesi.

P.S. tidak ada gambar yang tepat untuk posting ini, saya hanya akan memuat gambar keluarga saya saja. tapi sayang, saya tidak punya.

March 18, 2011

lima tahun


akhirnya genap lima tahun sudah saya menjalani kehidupan yang mengenaskan ini. dan saya merayakannya dengan kue yang susah payah saya buat namun gagal. oh demn... mungkin ini pertanda buruk dengan awal yang tidak kalah buruk.


sudahlah... memang hidup saya tak pernah sempurna dan tak ingin pula saya buat menjadi sempurna. saya tak ingin bercerita tentang berbagai kebahagiaan yang saya lalui lima tahun ini bersamanya. sebab itu membuat saya kecewa. justru banyak kekecewaan yang sudah saya terima meneguhkan diri saya bahwa saya bisa menjalani hari demi hari yang akan saya hadapi lagi besok dan besok hari. 

saya ucapkan selamat karena kita mampu berjuang sayang... lima tahun ini saya akui sungguh berat, tapi kita baru saja selesai menyelesaikannya. tapi saya penasaran, bagaimana empat puluh tahun lagi akan berjalan jauh lebih sempurna daripada ini? ahh... sudahlah. sulit berharap padamu untuk menjadi seseorang yang benar dihadapanku. menjadi yang aku inginkan. aku harus menerimamu yang menyebalkan. sebab lima tahun ini aku pun mampu.



aku tahu kamu begitu menyebalkan. sungguh. tapi mungkin satu kalimat ini tak akan berubah untukmu. aku mencintaimu......










ya... aku masih mencintaimu lebih dari tepat saat lima tahun yang lalu.

March 15, 2011

so... how's life buddies?



gue? baik. dan always being a galau girl. (mungkin ini lawan kata dari piknik girl, mas Dito?). yes, saya tidak tahu akhir-akhir setiap hal bisa tiba-tiba membuat saya galau. dengerin musik, ngeliat matahari, ngeliat jendela, ngeliat gambar,apalagi yakk... makan di burjoan (yang ini lebih gara-gara saya tidak punya duit, jadi sedih cuma mampu makan di burjoan. sedih kayak galau).
 well, rasanya memang sedang berat.masalah skripsi yang enggak segera saya mulai, masalah hubungan, masalah kontrakan, masalah keluarga, dan tentu masalah duit. saya kan sekarang sangat konsumtif. tapi financial tidak medukung saya. ya begini jadinya. galau.
tapi saya entah kenapa tidak ingin menyalahkan masalah-masalah tadi. mungkin memang saya lagi pengen galau. dan meracau (menulis tanpa tujuan yang jelas). saya tidak pandai menceritakan diri saya sendiri atau pikiran-pikiran saya, saya juga tidak bisa menuangkan pemikiran saya pake tulisan. lha? ngapain saya bikin blog ini. tuh! mabok kan?

sudah. besok saja say tulis lagi. soalnya bentar lagi anniversary kelima sama mas meki man. jadi mo cerita sama pamer yak entar... tunggu cerita dari saya... :D

March 02, 2011

merenung dini hari

mungkin aneh jika kunci kesalahanku gagal dalam wawancara adalah karena tidak sukses mendeskripsikan diri di depan juri penguji. aneh banget kan?
aku bingung. malas menulis, malas membaca dan cinta menjadi orang yang tidak produktif. ini masalah? iya dong jelas. dan satu lagi, aku bukan orang baik.
terima kasih kepada seorang teman jauh yang memberiku banyak arahan untuk mencintai sesuatu dengan benar. ah... kenapa tidak baik menjadi seorang pemikir.
kenapa aku selalu mengantuk dan tidak ingin beranjak dari tidur?
ini adalah masalah besar.

Followers