September 10, 2011

Feist dan Pagi yang Penuh Rindu





ya... ya... sebelum saya benar-benar paham apa yang akan say tulis dalam post kali ini, saya sudah dengan mantap menulis judulnya, "Feist dan Pagi yang Penuh Rindu". alasan utamanya adalah karena saya terdorong untuk membuat postingan setelah saya berkhayal ditemani alunan album Feist yang The Reminder. 


sedikit review, lagu-lagu feist dalam album ini memang lebih cenderung membangun mood untuk galau dan menerawang. salah satu akibatnya ya seperti saya, jadi inget jaman muda dan punya banyak impian. tapi, hal itu justru membuat saya bangga. karena itu memanusiakan saya. beberapa bulan ini, saya merasa kurang menjadi manusia. bagaimana tidak? setiap hari bangun di kala orang mulai mengakhiri hari sibuk dan tidur ketika orang mulai beranjak bangun dan beraktivitas kembali. ini menyedihkan. belum lagi jika kemudian tanggung jawab yang sangat penting untuk masa depan menjadi terbengkalai. yah... apalagi kalau bukan sekripsi. 


tapi, saya juga sepertinya harus berterima kasih yang sangat banyak kepada sekripsi, yang membuat saya mengingat banyak hal, terutama mengenai makna hidup bagi saya yang telah lama hilang. atau lebih tepatnya, saya lupakan.


bagi ini benar-benar membuat saya penuh rindu. rindu dengan semua bentuk romantika yang setiap saat saya bangun sendiri. seperti pada sebuah mimpi tentang kehidupan sederhana di sebuah rumah yang juga sederhana namun rapi yang dikelilingi oleh berbagai tanaman yang saya rawat sendiri. dimana rumah itu sangat jauh dari keramaian. tenang.... tidak ada mode, fashion, tren, teknologi canggih. hanya ada saya, dan suasana yang selalu membuat nyaman dan tersenyum. ah... mengingatnya membuat saya jadi teringat bahwa waktu saya untuk merealisasikannya bahkan sudah hampir habis. ini tiba-tiba sudah menjadi terlalu dekat.


saya ingat, dulu ketika saya masih kecil, saya memiliki sebuah tempat rahasia yang sangat jauh dari rumah saya. tempat itu adlah sebuah taman. taman yang kecil. hanya diberi beberapa tanaman jenis pergola (semcama teh-tehan yang biasanya bisa dipotong dengan bentuk-bentuk tertentu). iya, hanya seperti itu. tanahnya hanya beralaskan rumput rumputan. tetapi saat itu, bagi saya, taman itu adalah taman pribadi saya. saya bisa berlarian, bernyanyi dan berjoged disana. tentu saja, waktu itu bagi saya yang men-judge secara sepihak itu tempat rahasia saya seorang, tidak ada orang lain yang boleh tau tempat itu. padahal pada kenyataannya, tempat itu berada persis di pinggir jalan raya dimana banyak orang berlalu lalang, dan hel-o! tentu saja hampir semua orang magelang tahu tempat itu. yah... tapi tetap saja tidak banyak orang yang tau bahwa itu sudah saya jadikan sebagai tempat rahasia. 


saya juga kemudian menjadi ingat saat saya senang bermain "tola-tili", semacam mainan dari kertas bergambar yang 11-12 sama barbie. bedanya kalo berbi tiga dimensi, itu satu dimensi. nah, berhubung saya dilarang beli mainan begituan, saya sering menyembunyikan juga di sebuah tempat rahasia dengan seorang teman saya bernama Ari. tempatnya saya yakin benar-benar tersembunyi. bukan di samping jalan raya. tetapi di bawah tumpukan kayu di belakang rumah Ari. tapi, sedihnya, "tola tili" itu sering raib begitu saja.tapi entah kenapa waktu itu saya juga enggak kapok untuk kembali menyembunyikan di tempat itu lagi. weird, adis!


mungkin kamu berpikir bahwa masa lalu saya penuh dengan kerahasiaan, tapi pada kenyataannya tidak demikian. lebih banyak hal yang saya bagikan kepada teman-teman saya. walau itu bukan tentang mimpi. mungkin tentang waktu. itulah yang sekarang jarang sekali bisa saya dapatkan. waktu bersama teman. waktu ketika saya bisa menjadi diri sendiri dan melakukan berbagai hal bersama juga membangun mimpi. 


bahkan mengejarnya. wow! 




masih banyak yang terlintas dalam otak galau saya pagi ini. terlampau banyak. cerita di atas mungkin juga hanya akan berfungsi sebagai sebuah prolog yang hangat. tapi ini sudah pukul 07: 26 am dan saya belum tidur sejak kemarin. mungkin nanti, akan ada memori yang terkuak lagi. sungguh otak ini penuh dan akan menjadi sia-sia jika hanya keluar dalam bentuk air mata. saya pasti akan menuliskannya lagi. lagi . lagi. lagi.. terus ....



mari mengingat! atau seperti aktivis pro munir, "menolak lupa" :))





terima kasih Feist dan The Reminder mu. yang menemani saya mengingat lagi..... what a warm morning....

No comments :

Post a Comment

Followers