February 09, 2011

sebuah review

the script sebenarnya merupakan salah satu band yang lagu-lagunya cocok di telinga saya. tapi entahlah, nasibnya hampir sama dengan Paramore. saya suka tapi sering enggan mengakuinya sebab musiknya sedikit banyak masih mainstream sekali.
malam ini saya melihat video klip the script yang berjudul Breakeven. sepintas saja, lagu ini bercerita tentang seorang cowok yang tidak bisa melupakan mantan pacarnya. sayangnya si pacar udah punya pacar baru. jadi isinya melas melas tersiksa gitu liriknya. kasihan masnya... hiks.. sabar ya mas...
oke deh, masalahnya adalah video klipnya. jelek? tidak sih. bagus malah. beberapa shoot saya suka komposisinya juga penyinarannya. efek shepia, monochromnya juga bagus. redup dan sangat soft... adegan yang "patah", so surrealis deh. saya suka melihat sesuatu secara tak utuh dalam sebuah frame. saya suka warna putih hitam coklat... nice. dan semua itu tak nampak gloomy. ahh... saya sangat suka komposisi warna,cahaya dan objek dalam video klip ini. sayangnya nih, mas vokalis kurang bisa akting. belum lagi adegan the script lagi manggung itu sedikit jumping buat saya. kelembutan itu jadi sedikit berkurang. memang sih, akhir-akhir ini banyak anggota band yang pengen eksis di video klip mereka. dan salah satu cara maksanya dengan adegan maen band di panggung gitu. kadang sinkron sama cerita di video klip, tapi sungguh, itu menjadi kurang menyatu atau kurang realistis buat saya.
nah, kalo video klip yang sampai saat ini paling saya cintai ya tetep coldplay yang lagu yellow. onestop shooting lho. ga pake cut frame. sekali ambil langsung...
saya bingung mau menulis apa lagi. tapi what i said about loving beautiful sorrow is absolutely right. saya punya satu foto yang saya ambil di ruang tamu saya. ini foto adalah what i called beatifuls sorrow. ini dia




No comments :

Post a Comment

Followers