December 26, 2011

Person of The Year 2011 versi Adis

tulisan ini semoga bisa jadi tulisan yang inspiratif bagi semua orang yang membacanya.walau saya menulisnya buru-buru dan belum mandi, tapi ini dari dalam lubuk hati yang paling dalam.

jadi, siapa ya Person of the Year saya tahun ini...

saya benar-benar bingung. banyak sekali kandidatnya, mulai dari anggota keluarga, pacar, sahabat, peliharaan hingga dosen skripsi... kebingungan ini membuat saya sadar bahwa kadang dalam acara penganugrahan di televisi juri kadang bilang"sebenernya semuanya bagus, tapi kita tetep harus bisa menentukan yang paling bagus". begitu.

so, setelah menimbang, menimbang, dan menimbang, saya pun tetap belum menemukan person yang paling tepat. saya mulai menyusun kembali kriteria yang paling pas untuk person of the year saya. pertama, permasalahan paling utama saya tahun ini sebenernya adalah skripsi. jadi saya menentukan bahwa dia harus memiliki efek terhadap kemajuan atau bahkan kemunduran skripsi. orang tersebut harus berperan terhadap skripsi yang saya kerjakan.


kedua, dia harus orang yang mengambil andil dalam usaha saya untuk berubah menjadi orang yang tidak malas. jadi, keberadaannya membuat saya lebih antusias bertemu pagi bukan sore hari.



ketiga, dia haruslah orang yang membuat saya bisa mencapai target-target saya di tahun 2011 ini. tapi, mungkin ini yang paling sulit. karena saya sendiri sebenernya tidak terlalu berhasil mencapai cita-cita dan harapan saya di tahun 2011 yang gemilang ini.


dan mungkin terakhir, dia adalah orang yang dekat dengan saya hampir setiap saat. dia mencoba memahami saya walau kadang itu sulit. dia tetap berada di sisi saya dan mencoba menyayangi saya dengan keadaan yang sulit.


poin terakhir mungkin terlalu abstrak, tapi justru sebenernya hal itu yang membuat saya berubah dan saat itu pula saya merasa disayangi dengan tulus dan dihargai. langsung saja, setelah saya menimbang beberapa kandidat terkuat, saya memilih PAPA untuk menjadi Person of the Year saya tahun 2011.


sedikit informasi, papa sebenernya telah banyak "merusak" kehidupan kuliah saya 4 tahun ini. bahkan dia sangat weird ketika ngobrolin pendadaran atau skripsi. soalnya dia cuma lulusan SMA. dia semakin jarang di rumah. dia hidup di bangunan lain yang masih di dalam satu kota dengan saya.
papa kadang begitu antusias ngajak ngobrol skripsi karena dia hanya tau topik pembicaraan itu yang paling dekat dengan saya. mungkin itu seakan akan bilang kalo beliau gak pernah benar-benar memerhatikan saya sehingga tidak banyak hal yang dia tahu mengenai saya.

tapi, semua itu berasalan. konflik di rumah membuat kami dengan papa harus hidup terpisah. dan kenyataannya, hal yang membuat saya bahagia adalah karena saya masih bisa merasakan bahwa Beliau menyayangi saya maupun saudara saya lainnya. bagi saya, kehangatan di dalam keluarga sudah sangat awam saya rasakan. dan papa yang baik tahun ini membuat saya menyadari bahwa saya masih memiliki keluarga. mereka baik. mereka membutuhkan saya dan sebaliknya.

maaf ya tulisannya jadi galau



mungkin papa tidak melakukan banyak untuk hidup saya secara langsung. tapi kedatangannya dan perubahan sikap menjadi lebih baik membuat saya merasa bersyukur dan lebih menikmati setiap hari saya di tahun ini. dan yang pasti saya lebih mencintai keluarga saya.

lalu bagaimana dengan skripsi? paling tidak saya jadi semakin terdorong buat cepet ngelarin. kalo uda kelar ntar saya bisa kasih kado buat papa. kado sarjana pertama lewat PTN negeri yang yahud. klise, tapi saya juga berpikir, dengan cepet lulus, saya cepet wisuda, dan saat itu papa jadi punya kesempatan lagi buat ngumpul bareng keluarga. okey pa? tahun 2012 sebelum kiamat papa akan liat putrinya sarjana. it's a promise.


September 26, 2011

AT HOME

HEIMA. means at home.

from: http://2.bp.blogspot.com/

at home itu menurut saya adalah berada di sebuah tempat yang menganggap diri saya keluarga dan saya nyaman dengan itu. disana ada orang-orang dan barang-barang yang membuat saya merasa ada di dunia saya sendiri, bukan menjadi bagian dari orang lain.


nyaman, hangat, dan saya bisa menjadi diri saya sendiri dimanapun bagian tempat itu.

adalah Heima.  sebuah film dokumenter yang secara garis besar menceritakan tentang arti dari sebuah rumah.apa arti sebuah rumah. film ini berdurasi tidak lebih dari dua jam. bukan film yang lama, dan secara eksplisit menceritakan rangkaian tour sebuah band asal Islandia di negara mereka sendiri. band ini bernama Sigur Ros.inilah mengapa kemudian film ini berjudul Heima.

Heima. beberapa rangkaian tour yang hangat dan sangat hommies menjadi bagian dari skenario film ini. juga berbagai bagian Islandia yang khas . tanah, tundra, dan air gletser menjadi danau dan sungai yang begitu melimpah.


from: http://racsoledger.blogspot.com/2010/09/racso-decade-in-review-88-heima.html

keunikan dari film ini mungkin adalah bahwa dia mampu mengingatkan kembali penontonnya mengenai makna rumah bagaimana merasakan berada di rumah. yang bagi Sigur Ros adalah monumen penting. entah sebuah tanah lapang, entah bangunan-bangungan tua, kompleks pemakaman tua,  dan sebuah jalan di atas sebuah sungai yang besar.

from: http://been-seen.com/archive/2090.jpg


heima mungkin hanya sebuah fil dokumenter. namun, film ini juga menyadarkan saya pribadi untuk menghargai "rumah" saya. sebuah bangsa besar yang memiliki begitu banyak panorama alam yang spektakuler, indah, dan memiliki berbagai budaya. menunjukkan kepada saya bagaimana cara mensyukuri segala di sekitar saya karena itulah rumah saya. tempat dimana saya paling bisa diterima. tempat dimana saya tidak takut untuk "ditelanjangi" dan bahkan "telanjang" dengan kemauan sendiri.

jika anda belum menonton film ini, saya memberi saran untuk segera menontonnya. nikmati musiknya. resapi gambar yang membawanya. dan temukan keselarasannya. maka mungkin akan mudah bagi anda untuk menemukan rumah yang selama ini masih anda semukan keberadaannya.


sekian.

September 12, 2011

KEPO tidak baik untuk Kesehatan Jiwa dan Raga

did you ever felt wanna stalking someone everytime to know how bad she was ? looking for her weakness just for getting a small smile for you with no satisfaction? yes, kita mau ngobrolin soal superpenting, keponisme. tadinya saya berpikir bahwa saya satu-satunya orang di dunia ini yang menjadi korban dunia maya. semenjak saya sangat aktif di dunia maya, saya menjadi seperti orang gelagapan dengan sesosok cewek yang menurut teman-teman saya adalah cewek yang tidak perlu dipertimbangkan untuk dijadikan saingan dalam hal apapun. weird !

permasalahannya adalah penyakit kepo ini menggerogoti otak saya dan membuat saya menjadi semakin jahat setiap saat saya melakukannya. saya ingin sekali tidak membenci si cewek itu. dia juga gak bikin salah apa-apa sama saya. tapi selalu saja saya berpikir ingin lebih dari dia. lebih cantik, lebih lucu, lebih lugu, lebih beruntung. apalagi mengingat akhir-akhir ini keberuntungan saya semakin menipis.

setiap kali saya membuka facebook, twitter, blog, google, perasaan jari saya gatel mau ngetik nama tu cewek. rasanya kayak kalo nggak ngetik nggak gaul gitu. capek. saya merasa bodoh dengan itu semua. say pengen bisa berubah! pengen banget nget nget! saking pengennya saya block tuh cewek dari dunia fb maupu twitter saya. harapannya saya nggak akan lagi melihat informasi mengenai dia.

sekarang saya masih dalam masa penyembuhan agar nggak jadi makin parah keponya. doain ya... it's really disturbing gayz...!

S.T.E.P

benar-benar ada yang baru dengan hari-hari saya akhir-akhir ini. walau semua rutinitas nampak biasa saja, namun paling tidak beberapa hal di otak sudah mulai gusar untuk ingin membuat perubahan. bagus! ini langkah awal yang sangat hebat menurutku pribadi. secara umum saya yakin kalau kebanyakan orang juga lebih senang dengan perubahan. langkah baru, lembaran baru, dunia baru, teman baru, playlist baru, adalah beberapa jalan alternatif untuk membuat kita menemukan perubahan.


walaupun siklus hidup saya masih terbalik, tapi otak saya sudah kembali ke jalurnya yang seharusnya.semoga akan lebih baik lagi setelah ini dan seterusnya :)

September 10, 2011

Feist dan Pagi yang Penuh Rindu





ya... ya... sebelum saya benar-benar paham apa yang akan say tulis dalam post kali ini, saya sudah dengan mantap menulis judulnya, "Feist dan Pagi yang Penuh Rindu". alasan utamanya adalah karena saya terdorong untuk membuat postingan setelah saya berkhayal ditemani alunan album Feist yang The Reminder. 


sedikit review, lagu-lagu feist dalam album ini memang lebih cenderung membangun mood untuk galau dan menerawang. salah satu akibatnya ya seperti saya, jadi inget jaman muda dan punya banyak impian. tapi, hal itu justru membuat saya bangga. karena itu memanusiakan saya. beberapa bulan ini, saya merasa kurang menjadi manusia. bagaimana tidak? setiap hari bangun di kala orang mulai mengakhiri hari sibuk dan tidur ketika orang mulai beranjak bangun dan beraktivitas kembali. ini menyedihkan. belum lagi jika kemudian tanggung jawab yang sangat penting untuk masa depan menjadi terbengkalai. yah... apalagi kalau bukan sekripsi. 


tapi, saya juga sepertinya harus berterima kasih yang sangat banyak kepada sekripsi, yang membuat saya mengingat banyak hal, terutama mengenai makna hidup bagi saya yang telah lama hilang. atau lebih tepatnya, saya lupakan.


bagi ini benar-benar membuat saya penuh rindu. rindu dengan semua bentuk romantika yang setiap saat saya bangun sendiri. seperti pada sebuah mimpi tentang kehidupan sederhana di sebuah rumah yang juga sederhana namun rapi yang dikelilingi oleh berbagai tanaman yang saya rawat sendiri. dimana rumah itu sangat jauh dari keramaian. tenang.... tidak ada mode, fashion, tren, teknologi canggih. hanya ada saya, dan suasana yang selalu membuat nyaman dan tersenyum. ah... mengingatnya membuat saya jadi teringat bahwa waktu saya untuk merealisasikannya bahkan sudah hampir habis. ini tiba-tiba sudah menjadi terlalu dekat.


saya ingat, dulu ketika saya masih kecil, saya memiliki sebuah tempat rahasia yang sangat jauh dari rumah saya. tempat itu adlah sebuah taman. taman yang kecil. hanya diberi beberapa tanaman jenis pergola (semcama teh-tehan yang biasanya bisa dipotong dengan bentuk-bentuk tertentu). iya, hanya seperti itu. tanahnya hanya beralaskan rumput rumputan. tetapi saat itu, bagi saya, taman itu adalah taman pribadi saya. saya bisa berlarian, bernyanyi dan berjoged disana. tentu saja, waktu itu bagi saya yang men-judge secara sepihak itu tempat rahasia saya seorang, tidak ada orang lain yang boleh tau tempat itu. padahal pada kenyataannya, tempat itu berada persis di pinggir jalan raya dimana banyak orang berlalu lalang, dan hel-o! tentu saja hampir semua orang magelang tahu tempat itu. yah... tapi tetap saja tidak banyak orang yang tau bahwa itu sudah saya jadikan sebagai tempat rahasia. 


saya juga kemudian menjadi ingat saat saya senang bermain "tola-tili", semacam mainan dari kertas bergambar yang 11-12 sama barbie. bedanya kalo berbi tiga dimensi, itu satu dimensi. nah, berhubung saya dilarang beli mainan begituan, saya sering menyembunyikan juga di sebuah tempat rahasia dengan seorang teman saya bernama Ari. tempatnya saya yakin benar-benar tersembunyi. bukan di samping jalan raya. tetapi di bawah tumpukan kayu di belakang rumah Ari. tapi, sedihnya, "tola tili" itu sering raib begitu saja.tapi entah kenapa waktu itu saya juga enggak kapok untuk kembali menyembunyikan di tempat itu lagi. weird, adis!


mungkin kamu berpikir bahwa masa lalu saya penuh dengan kerahasiaan, tapi pada kenyataannya tidak demikian. lebih banyak hal yang saya bagikan kepada teman-teman saya. walau itu bukan tentang mimpi. mungkin tentang waktu. itulah yang sekarang jarang sekali bisa saya dapatkan. waktu bersama teman. waktu ketika saya bisa menjadi diri sendiri dan melakukan berbagai hal bersama juga membangun mimpi. 


bahkan mengejarnya. wow! 




masih banyak yang terlintas dalam otak galau saya pagi ini. terlampau banyak. cerita di atas mungkin juga hanya akan berfungsi sebagai sebuah prolog yang hangat. tapi ini sudah pukul 07: 26 am dan saya belum tidur sejak kemarin. mungkin nanti, akan ada memori yang terkuak lagi. sungguh otak ini penuh dan akan menjadi sia-sia jika hanya keluar dalam bentuk air mata. saya pasti akan menuliskannya lagi. lagi . lagi. lagi.. terus ....



mari mengingat! atau seperti aktivis pro munir, "menolak lupa" :))





terima kasih Feist dan The Reminder mu. yang menemani saya mengingat lagi..... what a warm morning....

July 29, 2011

yakin?

yakin.

ini cuma sebuah kata. tapi bisa menjadikan kita mempercayai sesuatu dan itu merubah seluruh hidup kita. yakin dia setia, yakin dia selingkuh, yakin dia punya titit, yakin menang lomba, yakin dan yakin yang lain. yakin itu menurut saya kata yang membuat kita mudah sakit hati. sebab saat kita yakin kita akan percaya sepenuhnya dengan apa yang kita yakini. tetapi, jika kenyataannya tak seperti yang kita yakini, silakan bayangkan sendiri bagaimana rasanya. bagi saya, itu akan lebih dari sakit. lebih dari kekecewaan karena dibohongi. sebab rasa yakin itu seperti benteng yang sangat kuat atas pendapat-pendapat lain yang tidak ingin kita yakini. jadi keyakinan itu seperti bundaran perlindungan. apa jadinya jika apa yang kita lindungi itu justru malah mencoba dengan serampangan dan brutal merusak benteng keyakinan yang sudah kita bangun dengan kuat.


apakah yakin itu penting? saya sendiri tidak yakin bahwa merasa yakin itu penting. bukan. kita bukan sedang membicarakan tentang keyakinan religius. walau itu masuk dalam yang saya bahas ini, namun saya takut mengganggunya. saya sendiri bukan seorang ateis. saya tidak mau meruntuhkan pendirian saya itu. 

penting atau tidaknya membangun rasa yakin itu pilihan. tapi bagi saya, rasa yakin itu kebodohan. hidup itu penuh dengan spekulasi dan dinamis. keyakinan akan membuat kita terpatok pada hal yang buruk. kekecewaan, sakit hati. ah, saya sendiri sungguh tidak menyarankan untuk yakin sepenuhnya pada sesuatu. saya lebih memilih untuk mencari sendiri jalan yang ingin saya tempuh daripada sekadar yakin. yakin saya akan segera bertemu pacar akan memberikan harapan kosong dibanding saya berusaha mengemis pada pacar untuk bertemu. 


mungkin cara saya agak brutal dan tidak tahu malu. tapi saya lebih suka daripada saya cuma yakin dan melongo saja. jika saya berpikir "saya yakin kok suatu saat saya akan bertemu pacar" itu seperti orang bodoh yang cuma ngawang2. beda dengan jika saya berpikir" bagaimana caranya saya tahu kapan saya bisa ketemu pacar?". menurut saya itu lebih realistis walau mungkin lebih sulit. saya benar-benar marah dengan pembicaraan malam ini. memang ini akumulasi atas kekecewaan dari keyakinan-keyakinan saya tentang "suatu saat" yang tak kunjung datang. bahkan usaha lebih realistis saya pun juga ditampik mentah-mentah dengan keyakinan pacar. 

iya, iya, saya lagi curhat ini. tapi apa yang saya rasakan ini ada hikmahnya. mungkin yakin itu penting. tapi yakin akan hal-hal yang pasti. bukan pada sebuah harapan. harapan itu bukan sekadar diyakini, tapi diwujudkan. itu menurut saya adalah pilihan yang lebih realistis.


pacar, sekarang tahu kan kenapa saya bilang penunjuk arah itu nggak ada? karena kamu sebagai partnerku jalan enggak kasih ke aku. karena itu kamu simpan sendiri. aku cuma mengikutimu dan nggak tahu kita akan kemana. makanya, aku tidak ingin menjadi yakin akan ada hal yang lebih baik. itu sama sekali tidak akan menghiburku. tapi justru menerorku. 


belajar ya, untuk memilih mana yang bisa diyakini mana yang lebih baik ditindaki secara realistis :)


regards


adistya cantik

July 22, 2011

NOTED

selamat dini hari! selamat berusaha untuk memulai atau malah menutup harimu!


jika ada yang bilang kalo buku karangan Andrea Hirata yang berjudul Laskar Pelangi itu sangat memberi sentuhan baru pada kelesuan sastra di Indonesia akhir-akhir ini, saya mengatakan bahwa ketidakberadaan pacar memberi damapak yang sebaliknya, justru menciptakan kelesuan pada progresifitas skripsi saya.

July 15, 2011

WHAT A "WHITE LIE"

ketika saya berkata,"aku selalu bingung mengapa orang bisa begitu menyukai puisi?" artinya adalah "aku tahu puisi itu indah. aku ingin menyukainya, tapi entah mengapa aku tak mengetahui caranya. bisakah kamu membantuku?" (adis, 2011)

quote di atas bukan sembarang quote. dia adalah wakil dari banyak ucapan lain yang selalu dibarengi dengan makna implisit yang justru kontradiktif dengan kalimat yang secara eksplisit terucap. saya bukan lantas ingin menganggap bahwa kebanyakan dari apa yang kita ucapkan adalah sesuatu kontradiktif, tapi ada saat dimana kalimat-kalimat itu mengandung makna "tidak demikian yang sebenarnya". 
kadang sifat semacam ini banyak melanda mereka yang introvert dan (sok) heroik. seperti yang sering saya ikuti dalam drama-drama korea, cina, taiwan, atau jepang. adegan selanjutnya adalah ekspresi penderitaan karena apa yang diinginkannya tidak pernah terucap apalagi kesampaian. kadang itu digambarkan dengan raut muka saja, atau adegan nahan nangis saja, atau yang agak lebih dramatis, nangis nyesek di sudut ruangan sendirian. iya, saya akui saya korban serial Asia. dan kenyataannya dalam konteks ini, menurut saya serial Asia adalah contoh yang paling relevan dan empiris. 


baiklah, terlepas dari apakah itu hanya merupakan realitas media dalam serial korea, pada kenyataannya kalimat-kalimat bohong sering terucap dalam percakapan sehari-hari. entah karena ingin mendramatisir hidup, ingin punya masalah, ataupun karena ingin punya pikiran daripada menjalani hidup yang hambar.banyak motif yang melatarbelakanginya. tapi satu hal yang pasti, itu BUKAN hal yang BAIK. 


inget kan iklan salah satu operator seluler yang lucuk itu? yang logonya didominasi warna ungu yang ceritanya tentang pentingnya blak-blakan"? nah, menurut saya iklan itu cukup bisa membantu saya pribadi untuk berintrospeksi diri mengenai kejujuran. sebab apa sih gunanya menutupi keinginan kita? memendamnya untuk (dengan motif heroik) membuat orang lain bahagia dan kita pasti menderita? pengorbanan memang kadang dilakukan, tetapi membela diri dan berjuang untuk kebahagiaan diri itu penting. saya yakin kamu juga sepakat dengan hal itu. 


lalu bagaimana seharusnya? salah satu dosen saya ernah mengkritik presentasi saya di kelas karena terlalu banyak menjelaskan hal yang bersifat teoritis dan idealis. padahal justru analisis terhadap realitas sosial itu lebih penting. maka, disini saya katakan bahwa tidak ada jawaban yang lebih idealis dan sempurna mengenai solusi dari "kebohongan" atau blak-blakan. kalo sempurna yang harus bisa di tengah-tengahnya. tapi tidak akan ada orang yang bisa konsisten dengan moodnya. kadang orang bisa menjadi begitu bijak, kadang juga begitu emosional dan sensitif. lalu enaknya bagaimana dong? 


saya sih memberi saran saja, karena semua orang itu sesungguhnya moody, terapi untuk kontrol emosi itu bisa sedikit banyak mengurangi kesalahan yang bisa membuat diri kamu menderita karena "berbohong". atau karena terlalu blak-blakan. ya, menurut saya itu adalah langkah awal yang harus bisa sukses dulu dijalankan.


mmm... mungkin itu saja. selamat mencoba :)

July 14, 2011

MENGUNTIT APAKAH PERBUATAN HALAL?

pernah denger kan istilah penguntit? bukan bintit atau bintet (nama salah satu desa di pulau bangka yang jadi tempat kkn temen saya). tapi penguntit atau istilah gaulnya stalker. wedeeehh... penguntit itu sederhananya kaya spy. alias mata-mata. jadi keren gitu kayak FBI di film-film. atau BIN deh di Indonesia. tapi, kalo kamu resmi dijadikan mata-mata oleh organisasi dan tentu dengan dibekali kemampuan profesional yang mendukung suksesnya kegiatan incim mengincim maupun intip mengintip.


saya bukan pengen bilang saya keren kayak FBI atau anggota BIN, saya cuma ingin melakukan pengakuan bahwa saya saat ini sedang sangat menikmati kegiatan menguntit. masalahnya adalah banyak artikel yang mengatakan bahwa kegiatan menguntit yang dilakukan atas kesadaran sendiri. bukan karena dorongan untuk memenuhi kebutuhan finansial misalnya, itu masuk dalam kategori sakit jiwa. kelainan.


pernah denger lagunya Sheila on 7 yang PEmuja Rahasia? itu juga penguntit. atau lagunya Noah and The Whale yang Second Lover, sederhananya ya tentang menguntit orang yang ditertarikinya. orang-orang yang diuntit ini bisa jadi karena dia sangat menyukai orang tersebut, atau malah saking bencinya, dia pengen tahu keburukan orang yang diuntitnya (curhat). tapi kegiatan menguntit ini lama kelamaan bisa jad teror bagi pihak-pihak yang diuntit. buktinya, kini semakin banyak profil fb yang tidak di share ke orang yang nggak fren sama dia. alasan paling logis kan ya karena tidak mau diuntit. gak mau orang tahu tentang aktivitasnya, latar belakangnya, karena orang yang bukan temannya dianggap outsider sama dia. (dasar pelit! sok famous! huh).


to be continued >>

SAYA PENGEN BISA MOTRET

saya tidak peduli dengan apa itu estetika. sepopuler apakah tokoh-tokoh yang berpengaruh di dalamnya, genre, teknik, dan hal-hal sampah lainnya. saya cuma ingin bisa memotret. saya ingin bisa menciptakan foto yang indah. foto yang ramah. foto yang berjiwa. foto yang tidak hambar.


sungguh keinginan ini sangat dalam terpendam dalam hati saya.saya mengakui kelebihan saya adalah sangat pandai memulai, tetapi sangat tidak pandai mengembangkan. jika orang lain harus mempelajari sesuatu sampai 1 bulan, saya bisa mempelajarinya hanya dalam 1 minggu.tapi dalam waktu dua bulan, saya pasti sudah ketinggalan jauh dengan orang yang proses pembelajarannya lebih lamban dari saya. ya, saya memang memiliki etos belajar yang rendah.


tapi apa saya harus berhenti? saya senang belajar. belajar tentang apapun. saya senang didengarkan dan mendengarkan. saya senang menghargai dan dihargai oleh orang lain. ahh.... yang penting saya ingin belajar memotret.titik. if there's a will there's always be many ways.... even though there will be a wall. a very big wall.

LIBURAN BERHATI NYAMAN

okay! welcome to summer holiday everybody! and welcome to tonglo area for soo looonnggg time :)) jadi sesungguhnya saya tidak mengerti kenapa pada siang hari yang selooo ini saya ingin membuat sebuah post di blog. tetapi mungkin untuk intermezo dan sekadar apdet, saya baru saja mengalami musibah,yaitu kehilangan dompet beserta berbagai surat berharga yang ada di dalamnya. kejadian itu terjadi sekitar 1 minggu yang lalu. ini menjadi alasan saya merasa menjadi orang normal yang juga mengalami hal-hal normal karena daridulu saya tidak pernah mengalami kehilangan hal-hal dan barang-barang berharga. ini adalah kali pertama.


dulu, ketika saya masih eksis dan merasa abnormal, saya sering mendapati teman-teman saya pada kehilangan barang. entah dompet, laptop, hape, bahkan pacar. itu seperti kejadian yang tidak awam bagi saya. namun begitu berjarak dengan saya. sebab saya selalu berpikir karena hal itu tidak mungkin terjadi kepada saya. seseorang yang miskin, tidak memiliki gadget yang canggih, dengan uang saku yang sangat pas-pasan. juga bukan orang yang menarik bagi maling. saya selalu percaya bahwa sangat banyak orang baik di dunia ini. dengan kata lain, saya tidak pernah menaruh kecurigaan apapun pada orang asing. dan yah, saya orang antisosial yang sangat introvert dan senang mengucilkan diri. siapa juga yang bisa dengan mudah mengetahui latar belakang saya. yah, bisa dikata saat itu saya menganggap bahwa saya orang antisosial tidak menarik yang miskin.


mungkin juga bisa dikatakan saya adalah orang yang lugu. dalam artian saya tidak pernah bisa memberi jarak pada orang asing yang baru saya temui. tapi sangat sulit bagi saya untuk membangun hubungan pertemanan yang lebih permanen dengan mereka. maka sangat logis menurut pemikiran saya bahwa saya bukan sasaran empuk untuk dijadikan target pencurian.


pada kenyataannya, dompet saya yang raib pun hilang tanpa sebab. walaupun saya berpikir berkali-kali, tidak ada alasan atau sejarah selama perjalanan hari itu yang bisa mendukung terjadinya kehilangan dompet itu. saya hanya bisa berpikir, mungkin ini nasib. biar saya juga merasakan apa yang dirasakan oleh teman-teman saya dulu. kehilangan barang berharga.


ternyata rasanya menyakitkan dan menyesakkan pemirsa. karena dompet saya waktu itu tidak mengandung barang berharga kecuali surat-surat penting. uang juga cuma 60ribuan. maklum anak miskin. tapi anehnya, walau sudah ditunggu satu minggu dompet itu nggak mau balik ketempat saya. mungkin besok harus dipasangi kaki biar bisa jalan sendiri. atau lebih logis besok saya beli dompet keluaran apple. biar entar ada aplikasi "where's my wallet" nya. jadi bisa dilacak kalo ilang.


oiya, dua atau tiga hari sebelumnya, netbook dn i-phone temen saya juga ilang. saya dan beberapa teman lain jadi menyimpulkan, masa liburan yang panjang memang tidak seharusnya membuat kita lengah. mentang-mentang lagi liburan teledornya kumat. barang berharga apapun itu harus dijaga. khusus buat dompet, lebih baik selalu diingat dan diperhatikan dimana menaruh dikamar maupun ketika bepergian. kadang karena kita telah sangat terbiasa dengan dompet, kita jadi menyepelekannya. jam tangan dan hape juga barang yang riskan ketelingsut alias keselip dan berujung pada kehilangan. kadang kehilangan barang semacam itu terjadi hanya karena kita tidak teliti.



saya menyarankan dan akan selalu menyarankan. WASPADALAH DAN TELITILAH!

walaupun hanya hal kecil, kehilangan itu akan memberikan trauma dan perasaan sakit yang mendalam. misalnya seperti ketika saya kehilangan celana jeans di londrian dan rompi pemberian calon mertua enggak tau dimana. taik! dalem banget nyeseknya.


ini nih, karena tingkat pencurian yang tinggi, sampek dipasang himbauan didepan rumah pink sodara:




so, let's start to live safety !

June 26, 2011

Keep in Mind


The most terrible poverty is loneliness, and the feeling of being unloved. -- Mother Teresa

Warm Day

 i am believing. someday, there will be some of my best friends, that will give me big sureprise every single day in my life. they will grant me a lot of careness, compassion, big hug for my every tough....
i am wondering....
i wont be feel lonely anymore, because there will be a friend that wont be mind to accompany me have some little journeys, or little things to do together, such as doing picnic, do photographs hunting, or maybe just fulfilled our spare times with have lots of chats together.





taken from:http://www.achristianyoginisblog.com/


God, that are my simple dream. will You please make come true? i believe in You... i mean You know the best for me. amin :)


"You have always been loved,
you are loved,
and you will always be loved."     ~ Rob Bell



taken from: http://kathmandau.blogspot.com/

June 25, 2011

This is A Dream Not A Wish

i never realize before that i could going abroad. until someday one of my best friend gave me an information of a scholarship to US a.k.a United State (of America). i try to gave my best on my application, so then they called me for interview test. what made me really dissappointed was that i wasnt past that test, so i was failed to went to US.


then, the days gone by time... i still in my position, being a lazier and dumber. i just think about how damn me that cannot be anything. i tried to search many information about scholarship or fellowship that would gave me a chance to went abroad, but everything seems useless.

i realized some big thing later. i knew that i shouldn't thought about bad things and chased something that i didnt really mean to got it. i choose to focus on my primary responsibilty, doing my undergraduate's thesis. life is a choise. how hard you want to pick one decision that you think will be the best for you. at least, it will be better than if you do something useless.


i believe that someday i will going abroad like my best friend, Dee or Bee. they're inspiring overall.i know i will such as what you've got now. i will be..


this is a picture from one of hungarian palce. i love hungaria. someday i'll go there, to see "Gloomy Sunday"s country.